Sabtu, 13 Desember 2025

KOPRI PMII Curup Gelar Istighosah dan Temu Alumni dalam Rangka Harlah ke-58


Rejang Lebong – Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI PMII) Curup menggelar rangkaian kegiatan Istighosah dan Temu Alumni dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) KOPRI PMII ke-58 Tahun, yang dilaksanakan selama dua hari, 12–13 Desember 2025, bertempat di Aula Gedung PC Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Rejang Lebong.


Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi KOPRI PMII Curup untuk memperkuat nilai-nilai keorganisasian, spiritualitas, serta peran strategis perempuan dalam gerakan PMII. Rangkaian acara dirancang sebagai wadah konsolidasi kader, penguatan silaturahmi, dan refleksi perjuangan KOPRI dalam menjawab tantangan zaman.


Rangkaian kegiatan Harlah diawali dengan Badminton Cup yang diikuti oleh seluruh kader PMII Cabang Curup. Kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan antar kader lintas komisariat dan rayon, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas dan solidaritas organisasi.


Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Istighosah dan Temu Alumni, yang menjadi ruang perjumpaan kader aktif dengan para alumni PMII Cabang Curup. Agenda ini dimanfaatkan sebagai sarana berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi PMII, khususnya di tubuh KOPRI.


Malam puncak kegiatan ditutup dengan pembacaan istighosah, penyampaian tausiyah, serta doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan mewarnai jalannya acara sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan refleksi kolektif kader perempuan PMII.


Agenda malam puncak dihadiri oleh berbagai unsur organisasi, di antaranya Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Bengkulu, PC PMII Curup, KOPRI PC PMII Curup, Komisariat Al-Fatih Universitas Pat Petulai beserta tiga rayon, Komisariat Sultan Abdullah IAIN Curup beserta tiga rayon, Komisariat Persiapan AKREL, Ketua Mabincab KOPRI PMII Curup, Ketua Cabang NU Rejang Lebong, serta para alumni PMII Cabang Curup.


Tausiyah disampaikan oleh Sahabat Dr. Mabrur Syah, S.Pd.I., S.IPI., M.HI, yang dalam penyampaiannya menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas Harlah KOPRI PMII ke-58, serta mengajak kader KOPRI untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.


Melalui peringatan Harlah ke-58 ini, KOPRI PMII Curup meneguhkan komitmen gerakan dengan mengusung semangat “Perempuan Berdaya, KOPRI Digdaya”, sebagai upaya mencetak kader perempuan yang berdaya saing, berintegritas, dan siap mengambil peran strategis di berbagai sektor kehidupan.

Kamis, 27 November 2025

PMII Cabang Curup Mengecam Keras Penembakan Lima Petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan



Curup – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Curup menyatakan sikap keras terkait insiden penembakan lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, pada Senin (24/11). Lima warga dilaporkan mengalami luka tembak dan satu di antaranya dalam kondisi kritis setelah diduga ditembak oleh pihak keamanan perusahaan kelapa sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS).


Insiden penembakan bermula saat para petani diduga tengah berupaya mempertahankan lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka, di tengah konflik agraria yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Menurut berbagai laporan media, keributan dipicu oleh aktivitas alat berat perusahaan yang merobohkan tanaman warga, hingga berujung pada tindakan kekerasan bersenjata oleh oknum keamanan perusahaan.


Ketua PMII Cabang Curup, Abdul Kohar, mengecam keras tindakan tersebut dan menyebut bahwa kekerasan terhadap rakyat tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.


“Penembakan terhadap petani adalah bentuk pelanggaran HAM yang sangat serius. Kami menuntut aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini, memproses seluruh pihak yang terlibat, serta memberikan perlindungan penuh kepada korban dan keluarganya,” tegas Abdul.


PMII Cabang Curup menilai bahwa konflik antara masyarakat Pino Raya dan pihak perusahaan merupakan persoalan agraria yang tidak boleh diselesaikan dengan senjata. Negara dinilai lalai dalam memberikan jaminan keamanan dan kepastian hak atas tanah kepada warga setempat.


“Kami mendesak pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan Komnas HAM turun langsung melakukan investigasi independen. Tidak boleh ada satu pun pelaku yang kebal hukum,” tambahnya.


Selain menyampaikan kecaman, PMII Cabang Curup juga menyerukan solidaritas bagi seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan untuk bersama-sama mengawal proses hukum kasus ini hingga selesai.


“Ini bukan hanya tragedi Pino Raya, tetapi tragedi kemanusiaan. Ketika rakyat kecil ditindas, mahasiswa wajib berdiri paling depan membela kebenaran dan keadilan,” tutup Abdul.


Hingga berita ini diterbitkan, para korban masih menjalani perawatan intensif, sementara kasus tersebut kini tengah menjadi sorotan berbagai pihak dan organisasi masyarakat sipil di Bengkulu.

Sabtu, 08 November 2025

PMII CABANG CURUP FOKUS PENGEMBANGAN KADERISASI DI AKADEMIK KOMUNITAS NEGERI REJANG LEBONG


Curup, 8 November 2025 — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Curup kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas dan memperkuat kaderisasi di lingkungan kampus. Kali ini, langkah nyata diwujudkan melalui bergabungnya tiga mahasiswi Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) sebagai warga baru PMII dalam kegiatan MAPABA RAYA VIII yang diselenggarakan oleh Pengurus Komisariat Al-Fatih Universitas Pat Petulai, Sabtu (8/11/2025), bertempat di Gedung PC NU Rejang Lebong.


Adapun tiga mahasiswi AKREL yang resmi bergabung yaitu:


1. Pebri Wulandari

2. Mugi Rahayu Ayu

3. Ririn


Kegiatan ini mengangkat tema “Satukan Langkah, Rapatkan Barisan Menuju PMII Al-Fatih UPP Lebih Baik”, sebagai bentuk semangat mempererat solidaritas antar mahasiswa lintas kampus di bawah naungan PMII Cabang Curup.


Ketua PMII Cabang Curup, Sahabat Abdul Kohar, menyampaikan bahwa bergabungnya mahasiswa dari kampus vokasi seperti AKREL merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan kaderisasi dan memperkuat basis intelektual PMII di Rejang Lebong.


“Ini adalah langkah konkret menuju masa depan PMII yang lebih inklusif dan progresif. Kami ingin seluruh mahasiswa, baik dari universitas maupun akademi komunitas, dapat tumbuh bersama dalam nilai-nilai Aswaja dan semangat pergerakan,” ujar Abdul Kohar.


Sementara itu, Ketua KOPRI Cabang Curup, Sahabati Lastriana Sutarni, menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswi AKREL merupakan bukti nyata upaya KOPRI dalam mendorong kesetaraan gender di tubuh PMII.


“PMII tidak hanya bicara soal pergerakan, tetapi juga tentang ruang partisipasi yang setara bagi perempuan. Kami terus mendorong agar kader-kader perempuan memiliki peran aktif dan berdaya di setiap lini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Al-Fatih Universitas Pat Petulai, Sahabat Wahyudin Albasari, menegaskan pentingnya MAPABA sebagai gerbang awal bagi calon kader untuk memahami nilai-nilai dasar pergerakan dan semangat Aswaja.


“MAPABA bukan sekadar kegiatan penerimaan anggota baru, tetapi momentum membentuk karakter dan semangat juang kader yang siap berkontribusi untuk agama, bangsa, dan organisasi,” jelas Wahyudin.

Turut hadir pula para pengurus cabang, kader senior, dan alumni PMII Curup yang memberikan dukungan terhadap suksesnya kegiatan tersebut. Dengan semangat kebersamaan ini, PMII Cabang Curup optimis dapat terus melahirkan kader-kader intelektual yang berakhlak, berwawasan luas, dan siap menjadi motor penggerak perubahan di Kabupaten Rejang Lebong.


Dengan bergabungnya tiga mahasiswi AKREL ini, PMII Cabang Curup berharap dapat menciptakan kolaborasi lintas kampus yang semakin kuat, menuju terciptanya kader-kader pergerakan yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Rejang Lebong.

Senin, 18 Agustus 2025

PKKMB UNIVERSITAS PAT PETULAI 2025 RESMI DIBUKA

 


Curup, 19 Agustus 2025 – Universitas Pat Petulai (UPP) secara resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2025 pada hari Selasa, 19 Agustus 2025. Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Pat Petulai, Dr. Rahiman Dani, M.A bertempat di Aula Kampus UPP.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala BAAK, Kasubbag Kemahasiswaan, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni STIPER UPP, Dekan Fakultas Teknik, Ketua Program Studi Ilmu Komputer, Ketua Program Studi Sains Perkopian, serta Ketua Program Studi Akuntansi. Selain itu, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari seluruh organisasi mahasiswa (Ormawa) Universitas Pat Petulai.

Tahun 2025 ini, PKKMB diikuti oleh 103 mahasiswa baru yang berasal dari program studi Agroteknologi, Agribisnis, Ilmu Komputer, Sains Perkopian, dan Akuntansi. Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 19 hingga 21 Agustus 2025, dengan mengusung tema:

“Gaskeun: Giatkan Aksi Sukseskan Kampus Energi Unggul Nasionalis.”


Dalam sambutannya, Rektor Dr. Rahiman Dani, M.A menegaskan bahwa pendidikan adalah jembatan kesuksesan di masa yang akan datang. Dengan latar belakang kampus berbasis entrepreneurship, UPP berkomitmen mencetak generasi yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menyongsong hadirnya generasi emas Indonesia.

Kegiatan PKKMB ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengenalan dunia perkuliahan, tetapi juga wadah pembentukan karakter, jiwa kepemimpinan, organisasi, dan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh Universitas Pat Petulai serta semangat kebersamaan di kalangan mahasiswa baru Universitas Pat Petulai.


Kamis, 14 Agustus 2025

Pengukuhan Pengurus IKASUP Berlangsung Meriah, Semarak Dies Natalis UPP ke-6 dan Sambut HUT RI ke-80



Rejang Lebong, 10 Agustus 2025 — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai acara Pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni STIPER Universitas Pat Petulai (IKASUP) yang digelar pada Minggu, 10 Agustus 2025. Acara ini menjadi momentum penting bagi para alumni untuk memperkuat sinergi dalam membangun almamater tercinta.


Pengukuhan pengurus IKASUP periode 2025–2028 ini juga dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis Universitas Pat Petulai (UPP) ke-6 serta menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80. Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai agenda kebersamaan yang diikuti oleh alumni, sivitas akademika, dan masyarakat.


Ketua Umum IKASUP terpilih Yogi Khoirul F, S.Kom didampingi oleh Waketum Jerry Pratawardila, S.P, Sekretaris umum Topan Irawan S.P, dan Bidang Data Alumni Redi Ternando, S.Kom, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh alumni dan berkomitmen menjadikan IKASUP sebagai wadah silaturahmi, kolaborasi, serta kontribusi nyata bagi almamater dan pembangunan daerah.

Rektor UPP dalam kesempatan yang sama mengapresiasi kehadiran para alumni yang tetap menjaga hubungan erat dengan kampus. Ia berharap, semangat kebersamaan ini dapat menjadi kekuatan untuk membawa Universitas Pat Petulai semakin maju dan berprestasi di tingkat nasional.

Dengan semangat Dies Natalis dan HUT RI ke-80, acara pengukuhan ini menjadi simbol persatuan dan tekad bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik, baik bagi IKASUP, UPP, maupun bangsa Indonesia.


Pemerintah Desa Bengko Gelar Karnaval Kemerdekaan & Kebudayaan untuk Memeriahkan HUT RI ke-80



Bengko, 14 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Desa Bengko, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, akan menggelar Karnaval Kemerdekaan & Kebudayaan pada Selasa, 19 Agustus 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Karnaval ini akan mengambil titik start di Dusun 4 Talang Tengah dan finish di Lapangan Kantor Camat (Dusun 1).


Ratusan peserta yang terdiri dari warga desa, pelajar, komunitas seni, hingga kelompok budaya akan menampilkan beragam kostum, atraksi tradisional, dan kreativitas yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.

Bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga untuk memperkuat persatuan sekaligus melestarikan budaya daerah. Karnaval ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah untuk menumbuhkan rasa bangga, mempererat silaturahmi, dan mengenang jasa pahlawan.

Semangat kemerdekaan harus terus hidup di hati setiap warga. Pemerintah Desa Bengko mengajak seluruh masyarakat Bengko dan sekitarnya untuk hadir dan ikut menyukseskan acara ini, baik sebagai peserta maupun penonton.

Mari kita rayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan dan kekompakan. Jadikan karnaval ini sebagai panggung bagi kreativitas dan kebersamaan.


Karnaval ini merupakan agenda tahunan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Bengko sebagai rangkaian perayaan HUT RI. Kegiatan ini selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan menjadi ajang pelestarian budaya, promosi pariwisata desa, serta penguatan rasa cinta tanah air.

Selasa, 01 Juli 2025

PKC PMII Provinsi Bengkulu Gelar Aksi di Kantor Dispora, Tuntut Transparansi Dana Hibah Rp 300 Juta

 



Bengkulu – Senin, 30 Juni 2025

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Bengkulu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes dan tuntutan terhadap transparansi dana hibah yang disebut-sebut diberikan kepada PMII pada tahun anggaran 2023.


Massa aksi membawa bendera organisasi serta spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak pihak Dispora Provinsi Bengkulu untuk membuka informasi secara transparan terkait dana hibah sebesar Rp 300 juta yang tercantum dalam daftar penerima hibah Pemprov Bengkulu tahun 2023 dan sempat viral di media sosial.


Menurut Sanddya, salah satu perwakilan massa aksi, dana hibah tersebut tidak pernah tercatat dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) internal PKC PMII Provinsi Bengkulu. Bahkan, pengurus masa khidmat sebelumnya tidak pernah menyampaikan adanya penerimaan hibah dari Dispora maupun pihak lain. Proses pengajuan, realisasi, hingga pelaporan dana hibah ini tidak diketahui oleh Badan Pengurus Harian (BPH), seperti Sekretaris, Bendahara, Ketua Kopri, maupun Ketua I hingga Ketua III.


Mereka juga menuntut klarifikasi atas dugaan adanya praktik "bagi-bagi uang" atau fee dalam proses pencairan dana hibah, sebagaimana pernyataan lisan Ketua PKC PMII Provinsi Bengkulu periode 2021–2023.


Selain itu, massa aksi meminta Dispora Provinsi Bengkulu segera membuka dan menyerahkan salinan dokumen sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, antara lain:


* Salinan proposal pengajuan hibah tahun 2023.

* Salinan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran).

* Salinan kontrak pelaksanaan atau Naskah Perjanjian Hibah Daerah.

* Salinan Laporan Realisasi Anggaran (LRA).


Tak hanya itu, PKC PMII juga meminta Kepala Inspektorat Provinsi Bengkulu dan BPK Perwakilan Bengkulu untuk segera melakukan uji petik atau audit ulang terhadap dana hibah tersebut. Mereka menilai ada indikasi fiktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan dana hibah senilai Rp 300 juta itu.


Aksi ini berlangsung damai dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Massa aksi menyatakan akan terus mengawal isu ini hingga adanya transparansi dan kejelasan dari pihak-pihak terkait.

KOPRI PMII Curup Gelar Istighosah dan Temu Alumni dalam Rangka Harlah ke-58

Rejang Lebong – Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI PMII) Curup menggelar rangkaian kegiatan Istighosah dan Te...