Tampilkan postingan dengan label bbm langka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bbm langka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Mei 2025

Kemacetan Akibat Antrean BBM Masih Berlangsung di Bengkulu



Bengkulu, 27 Mei 2025 – Kemacetan panjang kembali terjadi di sekitar salah satu SPBU di Provinsi Bengkulu. Antrean kendaraan yang mengular tampak memenuhi area sekitar SPBU Pertamina, sebagaimana terlihat dalam dokumentasi warga yang diambilbaca selengkapnya

Senin, 26 Mei 2025

Harga BBM di Pertashop Mini Melejit di Tengah Kelangkaan BBM di Provinsi Bengkulu


Bengkulu, 26 Mei 2025 — Masyarakat di berbagai daerah di Provinsi Bengkulu tengah menghadapi persoalan serius menyusul terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama beberapa pekan terakhir. Dampaknya, harga BBM di sejumlah pertashop mini meroket tajam hingga menyentuh angka Rp35.000 per liter.

baca selengkapnya


Mahasiswa dan Masyarakat Bengkulu Gelar Aksi Besar di Kantor Gubernur: Soroti Kelangkaan BBM, Kenaikan Pajak, dan Evaluasi 100 Har Kerja



Ribuan massa dari berbagai elemen mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), dan masyarakat sipil Bengkulu menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Gubernur Bengkulu. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah provinsi atas berbagai persoalan yang dinilai tidak tertangani dengan baik selama 100 hari pertama masa kerja Gubernur Bengkulu.

Massa aksi berkumpul didepan kantor Gubernur Bengkulu pada pukul 14:00 wib dan sampai saat ini massa masih menunggu kehadiran gubernur Bengkulu untuk memberikan penjelasan dan solusi kongrit atas permasalahan yang terjadi di provinsi Bengkulu serta janji politik yang beliau sampaikan kepada masyarakat.

baca juga https://sahabatexpress23.blogspot.com/2025/05/bbm-langka-di-bengkulu-aktivitas-kapal.html

Aliansi mahasiswa se-Provinsi Bengkulu yang terdiri dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Universitas Bengkulu (UNIB), serta organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menjadi motor utama dalam mobilisasi massa. Mereka didukung oleh masyarakat yang turut merasakan dampak langsung dari kelangkaan BBM dan kenaikan pajak daerah yang semakin memberatkan.

Dalam orasinya, para demonstran menuntut penjelasan konkret dari Gubernur Bengkulu terkait kelangkaan BBM yang membuat aktivitas ekonomi masyarakat terganggu. Mereka juga menyoroti kebijakan kenaikan sejumlah pajak daerah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil.

“Sudah 100 hari berlalu sejak dilantik, tapi belum ada perubahan signifikan. Janji-janji politik hanya menjadi narasi tanpa realisasi,” tegas salah satu orator aksi dari UMB.

Massa aksi juga menyuarakan evaluasi terhadap janji politik Gubernur Bengkulu saat kampanye, yang hingga saat ini dinilai belum terealisasi secara nyata. Mereka mendesak agar pemerintah segera memperbaiki tata kelola distribusi BBM dan meninjau ulang kebijakan fiskal yang tidak pro-rakyat.

baca juga https://sahabatexpress23.blogspot.com/2025/05/antrean-panjang-kembali-terjadi-di-spbu.html

Aksi ini berlangsung tertib namun penuh semangat, dengan kawalan aparat keamanan dan melibatkan mobil komando, spanduk tuntutan, serta atribut organisasi. Para peserta aksi menyatakan akan terus mengawal janji-janji politik gubernur dan tidak segan turun kembali ke jalan jika aspirasi mereka diabaikan.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan gerbang utama Kantor Gubernur Bengkulu sambil menuntut Gubernur atau pejabat terkait untuk hadir dan memberikan klarifikasi langsung.

BBM Langka di Bengkulu, Aktivitas Kapal di Dermaga Pulau Baai Lumpuh




    Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu berdampak serius pada sektor transportasi laut. Dermaga Pulau Baai, pelabuhan utama di Bengkulu, terpaksa menghentikan aktivitas bongkar muat karena kapal-kapal tidak dapat sandar akibat kekurangan BBM.

Menurut informasi dari pihak Pelindo Pulau Baai, beberapa kapal yang dijadwalkan bersandar terpaksa menunda kedatangan karena tidak tersedianya solar industri untuk operasional mesin kapal dan crane pelabuhan.

    “Kondisi ini sangat mengganggu distribusi logistik, terutama pengiriman bahan pokok dan material proyek,” ujar seorang petugas pelabuhan yang enggan disebutkan namanya.

Kelangkaan BBM ini diduga akibat keterlambatan pasokan dari depo utama, serta meningkatnya permintaan selama musim panen dan menjelang libur panjang. Masyarakat dan pengusaha lokal mulai resah karena distribusi barang terganggu dan harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik.

    Pemerintah daerah bersama Pertamina disebut tengah mengupayakan penambahan pasokan BBM dalam waktu dekat. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian kapan kondisi akan kembali normal.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar kegiatan ekonomi dan logistik di Bengkulu tidak lumpuh total.

 


Antrean Panjang Kembali Terjadi di SPBU Bumi Ayu, Warga Bengkulu Keluhkan Krisis BBM



Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular di sepanjang Jala, tepatnya di depan SPBU Bumi Ayu, Kota Bengkulu. Fenomena ini terjadi sejak pagi hari dan masih terus berlangsung hingga siang, seiring dengan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, pengendara terlihat mulai memadati akses masuk SPBU sejak pukul 06.00 WIB. Banyak dari mereka mengaku terpaksa menunggu berjam-jam untuk mengisi bahan bakar, karena tidak ada pilihan lain.

“Saya antre dari jam enam pagi, sekarang sudah lewat jam tujuh belum juga dekat ke pompa. Kalau begini terus, bagaimana masyarakat mau bekerja?” keluh Rahman, seorang pengemudi ojek online yang setiap hari menggantungkan hidup dari bahan bakar kendaraan.

Kondisi ini turut menimbulkan kemacetan di ruas jalan utama yang menghubungkan beberapa titik vital Kota Bengkulu. Puluhan motor dan mobil memenuhi bahu jalan, sebagian bahkan sampai menutupi akses pejalan kaki.

Foto-foto yang beredar di media sosial, termasuk gambar terbaru dari antrean hari ini, memperlihatkan betapa panjangnya barisan kendaraan. Warga menilai situasi ini sudah berulang kali terjadi dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah dan Pertamina.

“Kami minta ketegasan dari pemerintah. Jangan sampai rakyat terus-terusan jadi korban. Ini bukan hanya soal antre, tapi soal hak dasar masyarakat untuk mendapatkan energi,” ujar seorang mahasiswa dari organisasi kemahasiswaan di Bengkulu.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun instansi terkait. Warga berharap agar distribusi BBM segera normal kembali dan tidak ada lagi kelangkaan yang mengganggu aktivitas harian masyarakat.

KOPRI PMII Curup Gelar Istighosah dan Temu Alumni dalam Rangka Harlah ke-58

Rejang Lebong – Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI PMII) Curup menggelar rangkaian kegiatan Istighosah dan Te...