Tampilkan postingan dengan label pmii. cabang curup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pmii. cabang curup. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juni 2025

KORSP PMII PUTRI BERSUARA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK KIAN MENCUAT

Korps PMII Putri Komisariat Al-Fatih Universitas Pat Petulai bersuara terkait permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kian mencuat.

Plt. Ketua Kopri PMII komisariat Al-Fatih Universitas Pat Petulai (Sulastri Nengseh) menyampaikan bahwa Kekerasan terhadap perempuan dan anak kini menjadi momok yang menakutkan di tengah masyarakat. Setiap hari, berita tentang pelecehan, pemukulan, bahkan pembunuhan terhadap perempuan dan anak terus bermunculan di media. Realitas ini mencerminkan bahwa mereka yang seharusnya mendapat perlindungan justru menjadi korban dari lingkungannya sendiri.

Mirisnya, pelaku kekerasan sering kali bukan orang asing, melainkan orang terdekat. Suami, ayah, saudara, bahkan tetangga kerap kali menjadi pelaku utama dalam lingkaran kekerasan ini. Hal ini menambah beban trauma bagi korban yang merasa dikhianati oleh sosok yang semestinya menjadi pelindung.

Di Kabupaten Rejang Lebong, fenomena ini bukan lagi hal yang tersembunyi. Kasus demi kasus terus mencuat ke permukaan. Data dari instansi terkait menunjukkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih tinggi setiap tahunnya, dengan tren yang cenderung meningkat secara diam-diam.

Namun, angka-angka itu hanyalah puncak gunung es. Banyak korban yang memilih diam karena takut, malu, atau karena tekanan dari keluarga dan masyarakat. Budaya patriarki yang masih kuat menjadikan suara perempuan sering kali diredam, bahkan ketika mereka menjadi korban kekerasan.

Ironisnya, kekerasan ini terjadi bukan hanya di lingkungan rumah tangga, tetapi juga di institusi pendidikan, tempat kerja, dan ruang publik. Perempuan dan anak-anak menjadi sasaran empuk karena dianggap lemah dan tidak punya daya lawan.

Ketika korban memberanikan diri untuk melapor, proses hukum pun kerap tidak berpihak pada mereka. Pendekatan yang lamban, pertanyaan yang menyudutkan, hingga tuntutan hukum yang ringan terhadap pelaku menjadikan korban semakin enggan mencari keadilan.

Lembaga perlindungan memang telah dibentuk, seperti Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak, namun keberadaan lembaga ini belum sepenuhnya menjangkau masyarakat akar rumput. Edukasi yang minim, layanan terbatas, dan stigma sosial membuat korban tetap terisolasi dalam ketakutan.

Salah satu faktor yang memperparah keadaan adalah penyelesaian kasus melalui jalur kekeluargaan atau adat. Tidak jarang, keluarga korban diminta untuk ‘damai’ demi menjaga nama baik, tanpa memperhitungkan dampak psikologis yang diderita oleh korban.

Sementara itu, anak-anak yang menjadi korban kekerasan mengalami luka yang tak terlihat. Mereka tumbuh dalam trauma, dengan luka batin yang mungkin tak akan pernah sembuh. Banyak dari mereka yang akhirnya kehilangan masa depan karena kekerasan yang mereka alami sejak dini.

Perempuan dewasa yang menjadi korban KDRT atau kekerasan seksual pun tak luput dari stigma. Alih-alih mendapat dukungan, mereka kerap disalahkan atau dianggap sebagai penyebab kekerasan itu sendiri. Ini adalah bentuk kekerasan kultural yang sama membahayakannya.

Di desa-desa, kekerasan kerap dibungkus dalam dalih pendidikan, adat, atau kewajaran dalam rumah tangga. Bentakan, cubitan, pukulan, bahkan pemaksaan hubungan seksual dalam pernikahan masih dianggap normal oleh sebagian masyarakat.

Media sosial memperlihatkan realitas yang menyakitkan: video kekerasan yang tersebar, komentar yang menyudutkan korban, dan sikap acuh tak acuh dari warganet. Dunia maya yang seharusnya menjadi tempat menyuarakan keadilan malah menjadi ladang penghakiman terhadap korban.

Untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, tidak cukup hanya dengan membentuk lembaga atau mengesahkan undang-undang. Dibutuhkan revolusi budaya yang menempatkan perempuan dan anak sebagai subjek yang setara dan bermartabat dalam masyarakat.

Masyarakat harus dididik untuk tidak menoleransi kekerasan dalam bentuk apapun. Sekolah, tempat ibadah, dan media harus menjadi ruang edukasi untuk membangun kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan ini.

Kini saatnya kita semua, tanpa terkecuali, mengambil peran. Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya masalah mereka, tapi cermin dari wajah kita sebagai masyarakat. Jika kita diam, maka kita turut menjadi bagian dari sistem yang menindas dan melukai mereka yang paling membutuhkan perlindungan.

Selasa, 10 Juni 2025

Masyarakat Kawal Sidang Pelaku Utama Pengeroyokan Reza: Desakan Keadilan Menguat

 


Curup, 11 Juni 2025 — Hari ini, masyarakat Curup dan sekitarnya memusatkan perhatian pada Kantor Pengadilan Negeri Curup untuk mengawal jalannya sidang pelaku utama kasus pengeroyokan brutal terhadap Reza Ardiansyah (17). Aksi ini digelar sebagai bentuk protes dan desakan terhadap proses hukum yang dinilai belum memberikan keadilan yang layak bagi korban.

https://sahabatexpress23.blogspot.com/2025/06/pmii-bersama-okp-dan-masyarakat-gelar.html

Reza menjadi korban dalam peristiwa penusukan dan pengeroyokan yang menyebabkan dirinya lumpuh seumur hidup. Ironisnya, salah satu pelaku yang merupakan teman dari pelaku utama hanya dijatuhi hukuman ringan berupa kerja sosial membersihkan masjid selama 60 jam atau sekitar 3 jam per hari. Putusan ringan ini memicu kemarahan publik dan mendorong gerakan solidaritas di berbagai lapisan masyarakat.

https://sahabatexpress23.blogspot.com/2025/06/spill-laporan-kekayaan-hakim-pn-curup.html

Sidang hari ini menjadi titik krusial karena menghadirkan pelaku utama dalam kasus tersebut. Warga menyerukan agar proses peradilan berjalan secara adil dan transparan, serta memberikan hukuman setimpal kepada pelaku utama atas kekerasan yang menyebabkan penderitaan permanen bagi korban.

https://sahabatexpress23.blogspot.com/2025/06/wanita-muda-ditemukan-tewas-di-rejang.html

Dengan slogan “Jangan Biarkan Keadilan Dipermainkan!”, masyarakat membawa semangat untuk memastikan tidak ada lagi korban berikutnya yang mengalami ketidakadilan serupa. Poster-poster aksi juga ramai disebarkan melalui media sosial dengan tagar #KeadilanUntukReza dan #KawalSidangReza, mengajak publik untuk menyuarakan dukungan terhadap proses hukum yang berkeadilan.

Kegiatan kawal sidang ini diharapkan menjadi pengingat bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa memandang status atau latar belakang pelaku. Masyarakat menuntut agar lembaga peradilan tidak hanya menjadi tempat administrasi hukum, tetapi juga benteng terakhir perlindungan hak asasi manusia.

Senin, 02 Juni 2025

pancasila dalam pandangan pmii

 PMII dalam Mengawal Pancasila

Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga jati diri bangsa Indonesia. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat, terlebih organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai organisasi kader dan intelektual, memiliki peran strategis dalam mengawal Pancasila sebagai ideologi bangsa.

 PMII dan Komitmen Kebangsaan

PMII lahir dari rahim Nahdlatul Ulama dengan semangat kebangsaan yang kuat. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, PMII tidak hanya bergerak dalam ruang keagamaan, tetapi juga konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial, persatuan, dan kedaulatan rakyat sebagaimana tercantum dalam Pancasila.

Dalam setiap gerakan dan aktivitasnya, PMII berpegang pada prinsip dasar organisasi yaitu Independen, Inklusif, dan Progresif. Prinsip ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menekankan pada ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. PMII menjadi penjaga moral dan nurani publik, mengingatkan negara ketika menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.

Peran Kader PMII di Tengah Tantangan Zaman

Sebagai mantan Presiden Mahasiswa Universitas Pat Petulai dan kader PMII, saya menyaksikan langsung bagaimana PMII hadir bukan hanya di ruang-ruang akademik, tapi juga dalam gerakan sosial dan politik. Kader PMII terlibat aktif dalam advokasi hak-hak rakyat kecil, isu demokrasi, pendidikan, lingkungan hidup, serta melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang mengancam Pancasila.

PMII bukan hanya organisasi pengkaderan, tetapi juga ruang pendidikan ideologis. Di sinilah kami belajar untuk memadukan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah dengan semangat kebangsaan. Pancasila bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang tertanam dalam nalar dan tindakan setiap kader PMII.

PMII Menjadi Pilar Kebangsaan di Kampus

Kampus adalah miniatur demokrasi, dan PMII telah membuktikan eksistensinya sebagai pilar kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi. Di Universitas Pat Petulai, PMII menjadi garda terdepan dalam membangun ruang-ruang diskusi ideologis, forum-forum kebangsaan, dan gerakan sosial yang menjunjung nilai-nilai persatuan.

Melalui diskusi rutin, kajian keislaman dan kebangsaan, pelatihan kader, serta aksi-aksi kemanusiaan, PMII membumikan Pancasila di tengah mahasiswa. Ini menjadi bukti bahwa PMII bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan ideologis yang konsisten dan berkarakter.

Menjaga Indonesia, Menjaga Pancasila

Dalam konteks kontemporer, ancaman terhadap Pancasila tidak datang hanya dari luar, tetapi juga dari dalam — seperti maraknya polarisasi politik, radikalisme, serta pragmatisme elite yang menggerus semangat kebangsaan. Oleh karena itu, peran PMII semakin penting sebagai penjaga nilai-nilai luhur bangsa.

PMII harus terus hadir dalam ruang-ruang strategis, menyuarakan kebenaran, membela yang lemah, dan menjadi pelopor gerakan moral yang berlandaskan pada Pancasila dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Mengawal Pancasila bukan sekadar tugas, tetapi panggilan sejarah. Sebagai kader PMII, kita harus terus menjaga api semangat perjuangan para pendiri bangsa dan ulama terdahulu. Kita tidak boleh lelah berdiri di garda depan perjuangan ideologis. PMII harus menjadi pelita dalam gelapnya zaman, penunjuk arah ketika bangsa kehilangan kompas, dan benteng terakhir ketika Pancasila dipertaruhkan.

PMII, Pancasila, dan Indonesia adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Mari terus merawat dan mengawal nilai-nilai Pancasila demi masa depan bangsa yang adil, damai, dan berkeadaban.

PMII Cabang Curup Gelar Konfercab XXXI, Abdul Kohar dan Lastriana Sutarni Terpilih Nahkodai Organisasi untuk Periode 2025–2026

 

Curup, 1 Juni 2025 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Curup sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXXI pada Minggu, 1 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menentukan arah gerak organisasi ke depan serta sebagai ajang regenerasi kepemimpinan.

Dalam Konfercab yang berlangsung khidmat dan demokratis ini, Abdul Kohar terpilih sebagai Ketua Cabang PMII Curup, sementara Lastriana Sutarni terpilih sebagai Ketua Kopri Cabang PMII Curup masa khidmat 2025–2026.

Dalam foto yang dirilis oleh Badan Pekerja Konfercab (BPK) PMII Curup, tampak kedua pemimpin baru tersebut mengenakan jas kebesaran PMII dengan latar belakang logo organisasi dan suasana konfercab yang penuh semangat. Abdul Kohar menunjukkan gestur kepalan tangan, simbol semangat perjuangan, sedangkan Lastriana Sutarni tampil dengan senyum optimis yang mencerminkan harapan dan kesiapan memimpin KOPRI.

Abdul Kohar menyampaikan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi kader dan memperluas jejaring pergerakan PMII di berbagai sektor. Sementara itu, Lastriana Sutarni menegaskan pentingnya peran KOPRI dalam menciptakan kader perempuan yang progresif, kritis, dan berdaya saing tinggi.

> “Semoga di bawah kepemimpinan kalian, PMII Cabang Curup semakin solid dalam gerakan, cemerlang dalam gagasan, dan konsisten dalam perjuangan membela kebenaran,” bunyi ucapan selamat yang disampaikan oleh BPK Konfercab PMII Curup.

Demisioner Ketua Cabang PMII CURUP menyampaikan ajakan kepada seluruh kader untuk terus menjadi pelita perjuangan, memupuk kaderisasi, dan menjaga marwah organisasi di tengah tantangan zaman dan Konfercab XXXI ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan baru PMII Cabang Curup, yang terus berkomitmen dalam memperjuangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah dan menjadi pelita pergerakan mahasiswa Islam di wilayah Rejang Lebong dan sekitarnya.

Sebagai penutup, semangat perubahan dan kontinuitas perjuangan menjadi harapan besar dari seluruh elemen PMII Cabang Curup. Dengan kepemimpinan baru ini, PMII Curup diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan dan kemaslahatan umat.

 Salam Pergerakan!

PMII Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh

Minggu, 01 Juni 2025

Pengurus Cabang PMII Curup Masa Khidmat 2024-2025 Resmi Didemisionerkan


Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Curup masa khidmat 2024-2025 secara resmi didemisionerkan dalam agenda Konferensi Cabang (Konfercab) XXXI PMII Curup, yang dilangsungkan pada minggu, 1 Juni 2025 bertempat di Gedung PCNU Rejang Lebong.

Prosesi demisioner ditandai dengan penyerahan berkas pertanggungjawaban oleh Ketua Umum dan Plt. Ketua KOPRI Cabang PMII Curup masa khidmat 2024-2025 kepada presidium sidang, di hadapan seluruh peserta yang terdiri dari delegasi komisariat dan rayon. Agenda ini berlangsung khidmat dan penuh haru, sebagai bentuk simbolik berakhirnya masa kepemimpinan.

Dalam sambutannya, Ketua Cabang PMII Curup demisioner sahabat factur Rangga adikarya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus, kader, serta stakeholder yang telah membersamai perjuangan organisasi selama satu tahun ke belakang.

> “Hari ini kami resmi menyelesaikan amanah perjuangan. Kami percaya bahwa estafet kepemimpinan akan terus berjalan dan tumbuh lebih kuat. Semoga kepengurusan selanjutnya mampu membawa PMII Curup ke arah yang lebih progresif dan solutif,” ujar Ketua PC PMII Curup masa khidmat 2024-2025.

Sementara itu, suasana kekeluargaan dan semangat kaderisasi sangat terasa selama rangkaian kegiatan. Tampak para peserta mengenakan jas almamater biru kebanggaan PMII, berfoto bersama sebagai simbol solidaritas dan keberlanjutan gerakan.

Demisionernya kepengurusan ini menandai dibukanya ruang regenerasi kepemimpinan PMII Curup, yang akan dilanjutkan dengan proses pemilihan ketua umum baru untuk masa khidmat 2025-2026.

Sabtu, 31 Mei 2025

KOMISARIAT AL-FATIH UNIVERSITAS PAT PETULAI BESERTA RAYON SIAP SUKSESKAN KONFERCAB XXXI PMII CURUP

Rejang Lebong, 1 Juni 2025 — Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Al-Fatih Universitas Pat Petulai bersama seluruh jajaran rayon menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan Konferensi Cabang (Konfercab) XXXI PMII Curup yang diselenggarakan pada 1 Juni 2025 di Gedung PC NU Rejang Lebong.

Dalam suasana penuh semangat, kader-kader Komisariat Al-Fatih dan para pengurus rayon kompak hadir sebagai delegasi resmi, menandai komitmen mereka dalam turut serta menentukan arah masa depan PMII Curup ke depan. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian penting dari proses pengambilan keputusan tertinggi di level cabang.

Ketua Komisariat Al-Fatih (Wahyudin Albasari), dalam keterangannya, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan organisatoris kader PMII di kampus Universitas Pat Petulai.

> "Kami datang dengan semangat kolektif untuk memastikan Konfercab ini berjalan demokratis dan penuh gagasan. Ini momentum strategis untuk regenerasi dan penataan gerak organisasi ke depan," ujarnya.

Tak hanya itu, keterlibatan Kopri Komisariat dan Kopri Rayon dari Al-Fatih juga menjadi sorotan penting dalam peran kader perempuan. Mereka membawa visi inklusif, progresif, serta semangat kaderisasi berkelanjutan yang sejalan dengan nilai-nilai dasar PMII.

Foto bersama yang diambil di depan Gedung PC PMII Curup menjadi simbol kesiapan dan soliditas kader Al-Fatih dalam menyambut forum tertinggi ini. Konfercab XXXI PMII Curup diproyeksikan berlangsung selama dua hari ke depan, dan akan menjadi panggung lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang siap menjawab tantangan zaman.

Dengan semangat “Dzikir, Fikir, dan Amal Shaleh”, Komisariat Al-Fatih Universitas Pat Petulai teguh mendukung keberlangsungan dan suksesnya Konfercab XXXI PMII Curup demi kemajuan organisasi.

KONFERCAB XXXI PMII CURUP DIGELAR DI GEDUNG PC NU REJANG LEBONG

 



Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Curup resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-31 pada Minggu, 1 Juni 2025, bertempat di Gedung PC NU Rejang Lebong. Kegiatan ini merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat cabang yang menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan dan penataan arah gerak organisasi.

Konfercab XXXI PMII Curup dihadiri oleh seluruh unsur struktural organisasi di bawah naungan cabang Curup, termasuk perwakilan dari masing-masing Ketua Komisariat, Ketua Kopri Komisariat, Ketua Rayon, serta Kopri Rayon se-lingkup PMII Cabang Curup.

Mengangkat tema “Reorganisasi Kader Menuju Gerakan Progresif dan Transformatif”, yang turut menyemarakkan semangat kaderisasi serta penguatan ideologi perempuan dalam PMII.

Informasi yang kami dapatkan dari Badan Pekerja Konfercab bahwa  Konfercab XXXI menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan diperkirakan akan berlangsung selama satu hari penuh.

> "Konfercab ini kami targetkan selesai dalam waktu 1x24 jam ke depan, dengan mengedepankan semangat musyawarah serta komitmen untuk membangun kepemimpinan yang lebih progresif," ujar BPK Konfercab XXXI PMII Curup.

Sementara itu, para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana kekeluargaan dan semangat intelektual. Dalam Konfercab ini, akan dibahas laporan pertanggungjawaban pengurus cabang sebelumnya, arah kebijakan organisasi ke depan, serta pemilihan Ketua Cabang dan Ketua Kopri Cabang PMII Curup masa khidmat 2025–2026.

Konfercab XXXI diharapkan dapat menghasilkan pemimpin baru yang mampu membawa PMII Curup lebih aktif, responsif, dan kontributif terhadap isu-isu kemahasiswaan, keumatan, dan kebangsaan di Rejang Lebong dan sekitarnya.

Kamis, 29 Mei 2025

PB KOPRI Hadiri Kegiatan Sekolah Kader KOPRI (SKK) PMII Cabang Curup

 


Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (PB KOPRI) menghadiri kegiatan Sekolah Kader KOPRI (SKK) yang diselenggarakan oleh PMII Cabang Curup. Acara yang berlangsung mulai 29 Mei hingga 1 Juni 2025 di Gedung PCNU Rejang Lebong ini mengangkat semangat penguatan kapasitas kader perempuan PMII dalam bingkai keislaman, keindonesiaan, dan kepemimpinan.

https://sahabatexpress23.blogspot.com/2025/05/7-tips-produktivitas-harian-agar-waktu.html

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Sahabati Wulan Sari Aliyatus Solikhah, Ketua PB KOPRI, yang memberikan semangat kepada seluruh peserta serta membawakan materi dalam sesi KOPRI Visionary Talk. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya peran KOPRI dalam mengisi ruang-ruang strategis dalam kehidupan kampus maupun masyarakat.

> "KOPRI harus menjadi garda terdepan dalam perjuangan intelektual, sosial, dan politik, tanpa melupakan identitas keperempuanan yang berdaya dan berdaulat," ujar Wulan dalam sambutannya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Konfercab XXXI PMII Cabang Curup, yang menjadi forum tertinggi musyawarah kader PMII tingkat cabang untuk mengevaluasi dan merumuskan arah gerakan organisasi ke depan.

Berlangsung dalam suasana semangat dan penuh keakraban, SKK ini diikuti oleh puluhan kader putri dari berbagai komisariat di bawah naungan Cabang Curup, cabang kota Bengkulu dan cabang kota Lubuklinggau.

Selain pembekalan materi, kegiatan juga disemarakkan dengan sesi diskusi, refleksi gerakan, serta pembentukan jejaring kader perempuan yang progresif dan berwawasan.

https://sahabatexpress23.blogspot.com/2025/05/massa-aksi-demo-kelangkaan-bbm-tuntut.html

Dengan menghadirkan narasumber dari PB KOPRI dan tokoh-tokoh daerah, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi titik tolak lahirnya kader-kader perempuan PMII yang tidak hanya militan, tetapi juga siap membawa perubahan di berbagai lini kehidupan.

Minggu, 25 Mei 2025

BPK Konfercab XXXI PMII Curup Gelar Debat Kandidat dan Diskusi Lintas Generasi

   



 Badan Pekerja Konferensi Cabang (BPK) XXXI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Curup sukses menggelar kegiatan Debat Kandidat dan Diskusi Lintas Generasi PMII Curup, bertempat di Aula PC NU Rejang Lebong . Kegiatan ini merupakan rangkaian dari proses Konferensi Cabang (Konfercab) ke-31 yang menjadi momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan organisasi.

    Acara ini dihadiri langsung oleh tokoh nasional dan alumni PMII Curup, Dr. Sakut Ansori, M.Hum, yang sekaligus memberikan sambutan sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII dan secara resmi membuka kegiatan.

Dalam sambutannya, Ketua BPK Yogi Khoirul F, S.Kom, menyampaikan pentingnya forum debat kandidat sebagai media edukasi politik dan penguatan kaderisasi di tubuh PMII. “Proses pemilihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang dialektika dan pembelajaran kolektif untuk melahirkan pemimpin yang visioner dan progresif,” ungkapnya.

    Ketua Cabang PMII Curup Adikarya Fahrul Rangga, S.Pd, turut memberikan sambutan, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai aswaja dan semangat intelektual dalam proses regenerasi kepemimpinan di PMII.

Ungkapnya

    Kegiatan debat kandidat sendiri menghadirkan panelis-panelis kredibel, antara lain:

* Dr. Asep Suparman, S.Pi., M.Pd, Ketua Mabinkom Komisariat Al-Fatih UPP;

* Ahmad Ali, S.Pd.I., S.P, Ketua Bawaslu Kabupaten Rejang Lebong;

* Melli Kusumaningrum, M.Pd, Mabinkom Komisariat Sultan Abdullah IAIN Curup.

    Para panelis memberikan tanggapan kritis dan pertanyaan mendalam kepada para kandidat Ketua Cabang dan Ketua Kopri Cabang PMII Curup, guna menguji visi, misi, serta kapabilitas kepemimpinan mereka.

    Turut hadir dalam acara ini:

* PLT. Ketua Kopri Cabang PMII Curup,

* Ketua Komisariat Al-Fatih UPP beserta seluruh ketua rayon,

* Ketua Komisariat Sultan Abdullah IAIN Curup beserta rayon,

* Badan Pekerja Konfercab (BPK) serta tamu undangan lainnya.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat kader PMII Curup dalam menjaga estafet kepemimpinan yang demokratis, inklusif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan organisasi.

PKKMB UNIVERSITAS PAT PETULAI 2025 RESMI DIBUKA

  Curup, 19 Agustus 2025 – Universitas Pat Petulai (UPP) secara resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Ta...