Mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Kabupaten Rejang Lebong yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) akan menggelar aksi demonstrasi simbolik di Bundaran Dwi Tunggal, Kota Curup, pada Senin, 9 Juni 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas ketidakadilan hukum dalam kasus pengeroyokan terhadap Reza (16), seorang pelajar yang mengalami kelumpuhan total pada kedua kakinya akibat penganiayaan brutal yang dilakukan oleh empat orang tersangka.
Putusan hakim terhadap salah satu tersangka dinilai sangat tidak adil: hanya 60 jam kerja sosial berupa membersihkan masjid maksimal 3 jam per haridan restitusi sebesar Rp300.000. Vonis ringan ini menuai sorotan tajam dari publik, termasuk dari kalangan mahasiswa.
Presiden Mahasiswa UniversitasPat Petulai, Kepin Opier Loganda, menyampaikan bahwa selain aksi, pihak mahasiswa juga akan melakukan hearing dengan DPRD Rejang Lebong dan Pemerintah Daerah. “Kasus ini sangat memprihatinkan. Kami percaya keadilan harus ditegakkan di Rejang Lebong. Kami akan mengawal pengajuan banding dari pihak Jaksa Penuntut Umum,” tegas Kevin.
Sejak awal, proses persidangan disebut penuh kejanggalan. Pihak keluarga korban mengaku tidak pernah diberi tahu mengenai jadwal sidang dan tidak mengetahui kapan putusan dibacakan. Selain itu, barang pribadi korban berupa handphone belum dikembalikan hingga saat ini.
Kondisi korban semakin memperihatinkan. Demi menutupi biaya pengobatan yang tinggi, pihak keluarga bahkan mempertimbangkan untuk menjual rumah. Sementara itu, dua dari empat tersangka sudah menghirup udara bebas, meskipun keluarga korban menilai bahwa keadilan belum benar-benar ditegakkan. Dua tersangka lainnya dijadwalkan menjalani sidang pada Rabu mendatang.
Denda restitusi Rp300.000 yang ditetapkan hakim juga dipandang tidak sebanding dengan penderitaan korban, baik secara fisik maupun psikis. Mahasiswa mendesak agar proses hukum dilakukan secara transparan dan adil.
Aksi demonstrasi dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga selesai, dan terbuka untuk partisipasi masyarakat luas sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan korban dan keluarga.
Sahabatexpress
