Bengkulu – Senin, 30 Juni 2025
Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Bengkulu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes dan tuntutan terhadap transparansi dana hibah yang disebut-sebut diberikan kepada PMII pada tahun anggaran 2023.
Massa aksi membawa bendera organisasi serta spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak pihak Dispora Provinsi Bengkulu untuk membuka informasi secara transparan terkait dana hibah sebesar Rp 300 juta yang tercantum dalam daftar penerima hibah Pemprov Bengkulu tahun 2023 dan sempat viral di media sosial.
Menurut Sanddya, salah satu perwakilan massa aksi, dana hibah tersebut tidak pernah tercatat dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) internal PKC PMII Provinsi Bengkulu. Bahkan, pengurus masa khidmat sebelumnya tidak pernah menyampaikan adanya penerimaan hibah dari Dispora maupun pihak lain. Proses pengajuan, realisasi, hingga pelaporan dana hibah ini tidak diketahui oleh Badan Pengurus Harian (BPH), seperti Sekretaris, Bendahara, Ketua Kopri, maupun Ketua I hingga Ketua III.
Mereka juga menuntut klarifikasi atas dugaan adanya praktik "bagi-bagi uang" atau fee dalam proses pencairan dana hibah, sebagaimana pernyataan lisan Ketua PKC PMII Provinsi Bengkulu periode 2021–2023.
Selain itu, massa aksi meminta Dispora Provinsi Bengkulu segera membuka dan menyerahkan salinan dokumen sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, antara lain:
* Salinan proposal pengajuan hibah tahun 2023.
* Salinan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran).
* Salinan kontrak pelaksanaan atau Naskah Perjanjian Hibah Daerah.
* Salinan Laporan Realisasi Anggaran (LRA).
Tak hanya itu, PKC PMII juga meminta Kepala Inspektorat Provinsi Bengkulu dan BPK Perwakilan Bengkulu untuk segera melakukan uji petik atau audit ulang terhadap dana hibah tersebut. Mereka menilai ada indikasi fiktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan dana hibah senilai Rp 300 juta itu.
Aksi ini berlangsung damai dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Massa aksi menyatakan akan terus mengawal isu ini hingga adanya transparansi dan kejelasan dari pihak-pihak terkait.