Kamis, 27 November 2025

PMII Cabang Curup Mengecam Keras Penembakan Lima Petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan



Curup – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Curup menyatakan sikap keras terkait insiden penembakan lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, pada Senin (24/11). Lima warga dilaporkan mengalami luka tembak dan satu di antaranya dalam kondisi kritis setelah diduga ditembak oleh pihak keamanan perusahaan kelapa sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS).


Insiden penembakan bermula saat para petani diduga tengah berupaya mempertahankan lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka, di tengah konflik agraria yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Menurut berbagai laporan media, keributan dipicu oleh aktivitas alat berat perusahaan yang merobohkan tanaman warga, hingga berujung pada tindakan kekerasan bersenjata oleh oknum keamanan perusahaan.


Ketua PMII Cabang Curup, Abdul Kohar, mengecam keras tindakan tersebut dan menyebut bahwa kekerasan terhadap rakyat tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.


“Penembakan terhadap petani adalah bentuk pelanggaran HAM yang sangat serius. Kami menuntut aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini, memproses seluruh pihak yang terlibat, serta memberikan perlindungan penuh kepada korban dan keluarganya,” tegas Abdul.


PMII Cabang Curup menilai bahwa konflik antara masyarakat Pino Raya dan pihak perusahaan merupakan persoalan agraria yang tidak boleh diselesaikan dengan senjata. Negara dinilai lalai dalam memberikan jaminan keamanan dan kepastian hak atas tanah kepada warga setempat.


“Kami mendesak pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan Komnas HAM turun langsung melakukan investigasi independen. Tidak boleh ada satu pun pelaku yang kebal hukum,” tambahnya.


Selain menyampaikan kecaman, PMII Cabang Curup juga menyerukan solidaritas bagi seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan untuk bersama-sama mengawal proses hukum kasus ini hingga selesai.


“Ini bukan hanya tragedi Pino Raya, tetapi tragedi kemanusiaan. Ketika rakyat kecil ditindas, mahasiswa wajib berdiri paling depan membela kebenaran dan keadilan,” tutup Abdul.


Hingga berita ini diterbitkan, para korban masih menjalani perawatan intensif, sementara kasus tersebut kini tengah menjadi sorotan berbagai pihak dan organisasi masyarakat sipil di Bengkulu.

Sabtu, 08 November 2025

PMII CABANG CURUP FOKUS PENGEMBANGAN KADERISASI DI AKADEMIK KOMUNITAS NEGERI REJANG LEBONG


Curup, 8 November 2025 — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Curup kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas dan memperkuat kaderisasi di lingkungan kampus. Kali ini, langkah nyata diwujudkan melalui bergabungnya tiga mahasiswi Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) sebagai warga baru PMII dalam kegiatan MAPABA RAYA VIII yang diselenggarakan oleh Pengurus Komisariat Al-Fatih Universitas Pat Petulai, Sabtu (8/11/2025), bertempat di Gedung PC NU Rejang Lebong.


Adapun tiga mahasiswi AKREL yang resmi bergabung yaitu:


1. Pebri Wulandari

2. Mugi Rahayu Ayu

3. Ririn


Kegiatan ini mengangkat tema “Satukan Langkah, Rapatkan Barisan Menuju PMII Al-Fatih UPP Lebih Baik”, sebagai bentuk semangat mempererat solidaritas antar mahasiswa lintas kampus di bawah naungan PMII Cabang Curup.


Ketua PMII Cabang Curup, Sahabat Abdul Kohar, menyampaikan bahwa bergabungnya mahasiswa dari kampus vokasi seperti AKREL merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan kaderisasi dan memperkuat basis intelektual PMII di Rejang Lebong.


“Ini adalah langkah konkret menuju masa depan PMII yang lebih inklusif dan progresif. Kami ingin seluruh mahasiswa, baik dari universitas maupun akademi komunitas, dapat tumbuh bersama dalam nilai-nilai Aswaja dan semangat pergerakan,” ujar Abdul Kohar.


Sementara itu, Ketua KOPRI Cabang Curup, Sahabati Lastriana Sutarni, menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswi AKREL merupakan bukti nyata upaya KOPRI dalam mendorong kesetaraan gender di tubuh PMII.


“PMII tidak hanya bicara soal pergerakan, tetapi juga tentang ruang partisipasi yang setara bagi perempuan. Kami terus mendorong agar kader-kader perempuan memiliki peran aktif dan berdaya di setiap lini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Al-Fatih Universitas Pat Petulai, Sahabat Wahyudin Albasari, menegaskan pentingnya MAPABA sebagai gerbang awal bagi calon kader untuk memahami nilai-nilai dasar pergerakan dan semangat Aswaja.


“MAPABA bukan sekadar kegiatan penerimaan anggota baru, tetapi momentum membentuk karakter dan semangat juang kader yang siap berkontribusi untuk agama, bangsa, dan organisasi,” jelas Wahyudin.

Turut hadir pula para pengurus cabang, kader senior, dan alumni PMII Curup yang memberikan dukungan terhadap suksesnya kegiatan tersebut. Dengan semangat kebersamaan ini, PMII Cabang Curup optimis dapat terus melahirkan kader-kader intelektual yang berakhlak, berwawasan luas, dan siap menjadi motor penggerak perubahan di Kabupaten Rejang Lebong.


Dengan bergabungnya tiga mahasiswi AKREL ini, PMII Cabang Curup berharap dapat menciptakan kolaborasi lintas kampus yang semakin kuat, menuju terciptanya kader-kader pergerakan yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Rejang Lebong.

KOPRI PMII Curup Gelar Istighosah dan Temu Alumni dalam Rangka Harlah ke-58

Rejang Lebong – Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI PMII) Curup menggelar rangkaian kegiatan Istighosah dan Te...