PMII dalam Mengawal Pancasila
Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga jati diri bangsa Indonesia. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat, terlebih organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai organisasi kader dan intelektual, memiliki peran strategis dalam mengawal Pancasila sebagai ideologi bangsa.
PMII dan Komitmen Kebangsaan
PMII lahir dari rahim Nahdlatul Ulama dengan semangat kebangsaan yang kuat. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, PMII tidak hanya bergerak dalam ruang keagamaan, tetapi juga konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial, persatuan, dan kedaulatan rakyat sebagaimana tercantum dalam Pancasila.
Dalam setiap gerakan dan aktivitasnya, PMII berpegang pada prinsip dasar organisasi yaitu Independen, Inklusif, dan Progresif. Prinsip ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menekankan pada ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. PMII menjadi penjaga moral dan nurani publik, mengingatkan negara ketika menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.
Peran Kader PMII di Tengah Tantangan Zaman
Sebagai mantan Presiden Mahasiswa Universitas Pat Petulai dan kader PMII, saya menyaksikan langsung bagaimana PMII hadir bukan hanya di ruang-ruang akademik, tapi juga dalam gerakan sosial dan politik. Kader PMII terlibat aktif dalam advokasi hak-hak rakyat kecil, isu demokrasi, pendidikan, lingkungan hidup, serta melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang mengancam Pancasila.
PMII bukan hanya organisasi pengkaderan, tetapi juga ruang pendidikan ideologis. Di sinilah kami belajar untuk memadukan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah dengan semangat kebangsaan. Pancasila bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang tertanam dalam nalar dan tindakan setiap kader PMII.
PMII Menjadi Pilar Kebangsaan di Kampus
Kampus adalah miniatur demokrasi, dan PMII telah membuktikan eksistensinya sebagai pilar kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi. Di Universitas Pat Petulai, PMII menjadi garda terdepan dalam membangun ruang-ruang diskusi ideologis, forum-forum kebangsaan, dan gerakan sosial yang menjunjung nilai-nilai persatuan.
Melalui diskusi rutin, kajian keislaman dan kebangsaan, pelatihan kader, serta aksi-aksi kemanusiaan, PMII membumikan Pancasila di tengah mahasiswa. Ini menjadi bukti bahwa PMII bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan ideologis yang konsisten dan berkarakter.
Menjaga Indonesia, Menjaga Pancasila
Dalam konteks kontemporer, ancaman terhadap Pancasila tidak datang hanya dari luar, tetapi juga dari dalam — seperti maraknya polarisasi politik, radikalisme, serta pragmatisme elite yang menggerus semangat kebangsaan. Oleh karena itu, peran PMII semakin penting sebagai penjaga nilai-nilai luhur bangsa.
PMII harus terus hadir dalam ruang-ruang strategis, menyuarakan kebenaran, membela yang lemah, dan menjadi pelopor gerakan moral yang berlandaskan pada Pancasila dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Mengawal Pancasila bukan sekadar tugas, tetapi panggilan sejarah. Sebagai kader PMII, kita harus terus menjaga api semangat perjuangan para pendiri bangsa dan ulama terdahulu. Kita tidak boleh lelah berdiri di garda depan perjuangan ideologis. PMII harus menjadi pelita dalam gelapnya zaman, penunjuk arah ketika bangsa kehilangan kompas, dan benteng terakhir ketika Pancasila dipertaruhkan.
PMII, Pancasila, dan Indonesia adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Mari terus merawat dan mengawal nilai-nilai Pancasila demi masa depan bangsa yang adil, damai, dan berkeadaban.