Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular di sepanjang Jala, tepatnya di depan SPBU Bumi Ayu, Kota Bengkulu. Fenomena ini terjadi sejak pagi hari dan masih terus berlangsung hingga siang, seiring dengan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, pengendara terlihat mulai memadati akses masuk SPBU sejak pukul 06.00 WIB. Banyak dari mereka mengaku terpaksa menunggu berjam-jam untuk mengisi bahan bakar, karena tidak ada pilihan lain.
“Saya antre dari jam enam pagi, sekarang sudah lewat jam tujuh belum juga dekat ke pompa. Kalau begini terus, bagaimana masyarakat mau bekerja?” keluh Rahman, seorang pengemudi ojek online yang setiap hari menggantungkan hidup dari bahan bakar kendaraan.
Kondisi ini turut menimbulkan kemacetan di ruas jalan utama yang menghubungkan beberapa titik vital Kota Bengkulu. Puluhan motor dan mobil memenuhi bahu jalan, sebagian bahkan sampai menutupi akses pejalan kaki.
Foto-foto yang beredar di media sosial, termasuk gambar terbaru dari antrean hari ini, memperlihatkan betapa panjangnya barisan kendaraan. Warga menilai situasi ini sudah berulang kali terjadi dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah dan Pertamina.
“Kami minta ketegasan dari pemerintah. Jangan sampai rakyat terus-terusan jadi korban. Ini bukan hanya soal antre, tapi soal hak dasar masyarakat untuk mendapatkan energi,” ujar seorang mahasiswa dari organisasi kemahasiswaan di Bengkulu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun instansi terkait. Warga berharap agar distribusi BBM segera normal kembali dan tidak ada lagi kelangkaan yang mengganggu aktivitas harian masyarakat.
