Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu berdampak serius pada sektor transportasi laut. Dermaga Pulau Baai, pelabuhan utama di Bengkulu, terpaksa menghentikan aktivitas bongkar muat karena kapal-kapal tidak dapat sandar akibat kekurangan BBM.
Menurut informasi dari pihak Pelindo Pulau Baai, beberapa kapal yang dijadwalkan bersandar terpaksa menunda kedatangan karena tidak tersedianya solar industri untuk operasional mesin kapal dan crane pelabuhan.
“Kondisi ini sangat mengganggu distribusi logistik, terutama pengiriman bahan pokok dan material proyek,” ujar seorang petugas pelabuhan yang enggan disebutkan namanya.
Kelangkaan BBM ini diduga akibat keterlambatan pasokan dari depo utama, serta meningkatnya permintaan selama musim panen dan menjelang libur panjang. Masyarakat dan pengusaha lokal mulai resah karena distribusi barang terganggu dan harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik.
Pemerintah daerah bersama Pertamina disebut tengah mengupayakan penambahan pasokan BBM dalam waktu dekat. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian kapan kondisi akan kembali normal.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar kegiatan ekonomi dan logistik di Bengkulu tidak lumpuh total.