Massa aksi berkumpul didepan kantor Gubernur Bengkulu pada pukul 14:00 wib dan sampai saat ini massa masih menunggu kehadiran gubernur Bengkulu untuk memberikan penjelasan dan solusi kongrit atas permasalahan yang terjadi di provinsi Bengkulu serta janji politik yang beliau sampaikan kepada masyarakat.
baca juga https://sahabatexpress23.blogspot.com/2025/05/bbm-langka-di-bengkulu-aktivitas-kapal.html
Aliansi mahasiswa se-Provinsi Bengkulu yang terdiri dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Universitas Bengkulu (UNIB), serta organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menjadi motor utama dalam mobilisasi massa. Mereka didukung oleh masyarakat yang turut merasakan dampak langsung dari kelangkaan BBM dan kenaikan pajak daerah yang semakin memberatkan.
Dalam orasinya, para demonstran menuntut penjelasan konkret dari Gubernur Bengkulu terkait kelangkaan BBM yang membuat aktivitas ekonomi masyarakat terganggu. Mereka juga menyoroti kebijakan kenaikan sejumlah pajak daerah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil.
“Sudah 100 hari berlalu sejak dilantik, tapi belum ada perubahan signifikan. Janji-janji politik hanya menjadi narasi tanpa realisasi,” tegas salah satu orator aksi dari UMB.
Massa aksi juga menyuarakan evaluasi terhadap janji politik Gubernur Bengkulu saat kampanye, yang hingga saat ini dinilai belum terealisasi secara nyata. Mereka mendesak agar pemerintah segera memperbaiki tata kelola distribusi BBM dan meninjau ulang kebijakan fiskal yang tidak pro-rakyat.
baca juga https://sahabatexpress23.blogspot.com/2025/05/antrean-panjang-kembali-terjadi-di-spbu.html
Aksi ini berlangsung tertib namun penuh semangat, dengan kawalan aparat keamanan dan melibatkan mobil komando, spanduk tuntutan, serta atribut organisasi. Para peserta aksi menyatakan akan terus mengawal janji-janji politik gubernur dan tidak segan turun kembali ke jalan jika aspirasi mereka diabaikan.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan gerbang utama Kantor Gubernur Bengkulu sambil menuntut Gubernur atau pejabat terkait untuk hadir dan memberikan klarifikasi langsung.